Cara Tempe kemul Wonosobo
Dua orang wanita sedang menunggui stand yang menjual tempe kemul

Bingung Cari Menu Buka Puasa? Coba Resep Tempe Kemul Wonosobo Saja!

Posted on

“Tak lengkap rasanya, buka puasa tanpa adanya gorengan. Jika Anda berfikir begitu, sama. Saya pun lebih suka mendoan atau gorengan daripada yang lain. Entah bagaimana asalnya, namun gorengan memang menjadi makanan favorit ketika buka puasa.”

Tempe kemul adalah salah satu dari sekian varian gorengan yang berasal dari Wonosobo. Rasanya gurih, dengan tekstur krispi yang menggoda.

Sebagai pribumi Wonosobo, tempe kemul bukan hanya makanan buka puasa. Baik puasa Senin Kamis atau ramadhan. Namun juga cemilan harian.

Rasa gurih dan krispi kulitnya sering membuat saya kalap. Kadang dalam sekali duduk, saya bisa menghabiskan 10 biji, terlebih jika dimakan sebagai cemilan minum kopi.

Anda hanya bisa merasakan jika mengunjungi kota Wonosobo. Jika Anda mengunjungi Kota Wonosobo, tempe kemul bisa dibeli di emperan. Di sini, tempe kemul menjadi santapan wajib.

Selain dikudap sebagai cemilan ngopi atau ngeteh, tempe kemul biasanya dimakan sebagai pelengkap makan Mie Ongklok.

Bagi Anda yang pernah berkunjung ke Wonosobo, tentu paham dengan maksud saya.

Sejarah Tempe Kemul Wonosobo

 

Saya sendiri, sebagai pribumi Wonosobo, tidak kenal dengan sejarah tempe kemul. Berbeda dengan Mie Ongklok, yang bisa dilacak sejarahnya. Tempe kemul sangat jarang yang membicarakan.

Tempe kemul, dilihat dari teksture, sekilas mirip dengan mendoan purwokerto yang pernah saya posting di beberapa waktu lalu.

Anda bisa melihat kembali artikel tersebut pada link di bawah ini.

Baca juga: Penggemar Mendoan? Ini Lo Resep Mendoan  Purwokerto

Saking penasaran dengan asal-usul tempe kemul, saya pun mencoba menelusuri. Baik dari internet maupun dari cerita tutur.

Dan saya dapatkan 1 versi Asal-usul tempe kemul dari sebuah akun Facebook. Begini ceritanya,

Dahulu kala, sebelum Indonesia merdeka, tersebutlah seorang janda yang ingin membangun sebuah rumah. Dan seperti biasanya, karena hidup di desa, waga desa terpanggil untuk membantu. 

Setelah selesai, si janda tersebut menyuguhkan tempe yang dibalut dengan tepung, warnanya kuning. Serta ada taburan kucai.

Karena waktu itu, terlihat aneh, maka orang pun keheranan. Mereka mencoba memakan secuil, namun rasa gurihnya membuat mereka ketagihan hingga akhirnya habis.

Saking penasaran mereka bertanya pada si janda nama dari makanan tersebut. Si Janda yang tidak sengaja membuatnya bingung, asal menyebut, dia menamai makanan itu dengan “Tempe Kemul.” Maksudnya tempe berselimut tepung.

Sekilas, saya merasa cerita itu hanya rekayasa. Karena jauh sebelum kemerdekaan sudah ada tempe mendoan yang menjadi makanan orang Banyumas, bahkan dalam Serat Centini disebutkan, makanan tempe sudah ada sejak adab 16.

Beberapa orang juga mengira, mendoan berasal dari Keraton Surarakarta dan Yogyakarta. Walau literature soal ini saya belum mendapatkan.

Dugaan saya, tempe kemul hanya modifikasi dari mendoan yang sudah ada lebih dulu.

Bisa jadi, zaman dahulu orang Wonosobo suka makan mendoan, namun tidak suka dengan teksturenya yang lembek. Maka mereka membuat versi krispi Agar tidak pucat, diberilah kunyit sebagai pewarna.

Baik tempe kemul maupun mendoan, keduanya sama-sama memiliki daya tarik tersendiri. Mulai dari rasa sampai teksture bahkan sejarah.

Jika mendoan lebih simpel dalam bumbu dan pengolahan, tempe kemul berbeda.

Untuk membuat tempe kemul, Anda butuh 2 jenis tepung. Bumbunya  juga beragam. Mulai dari kunyit, ketumbar, sampai kencur dipakai.

Penasaran ingin membuat sendiri?

Saya ingin Anda mencoba dulu di rumah, baru berkunjung ke sini, ke kota Wonosobo.

Resep Tempe Kemul Wonosobo

 

Kota Wonosobo bukan cuma terkenal dengan Wisata Alam Dieng, Sunrise di Bukit Sikunir. Namun memiliki banyak destinasi wisata menarik lainnya.

Mulai dari wisata alam sampai kuliner ada di Wonosobo.

Jika Anda penyuka mendoan, tidak lengkap rasanya jika tidak mencicipi tempe kemul. Keduanya seperti kakak beradik. Sangat pantas disandingkan.

Penasaran dengan tempe kemul?

Saya akan share resep tempe kemul asli Wonosobo.

Bahan:

  • 1 Tempe Panjang iris tipis
  • 1/2 ikat kucai potong 2-3 centian
  • Minyak untuk menggoreng
  • 250 gram tepung terigu
  • 250 gram tepung tapioka

Bumbu Halus:

  • 5 siung bawang Putih
  • 4 butir kemiri
  • 2 sendok teh tumbar
  • Secuil  kencur
  • Secuil kunyit
  • Garam dan penyedap

Cara Membuat Tempe Kemul:

  • Buat adonan dari tepung terigu, tapioka dan air. Jangan encer, kental sedang.
  • Masukkan bumbu halus, dan garam serta penyedap rasa. Lalu masukkan kucai. Aduk semua sampai tercampur rata
  • Jika sudah, panaskan wajan dengan minyak.
  • Celupkan tempe kedalam adonan, lalu gorengs emua sampai habis.
  • Sajikan bersama cabe rawit selagi panas

Seporsi tempe kemul isi 4, di resto atau rumah makan di Wonosobo biasanya dibanderol 3 ribu rupiah. Kalau Anda beli di kaki lima, satu buah tempe kemul dijual  7500 sampai 1000 rupiah.

Bagi yang kangen dengan rasa gurih dan krispinya tempe kemul, saya rasa mending bikin sendiri. Selain puas, bisa dimakan orang satu rumah. Hanya dengan 10 atau 20 ribu.

Tidak lengkap rasanya, sebuah resep tanpa uji coba. Maka, setelah membaca artikel ini sebaiknya share agar lebih banyak yang tahu resep asli dari Wonosobo.

Sore ini daripada tidak ada rencana hangout, saya pun memilih menyeduh secangkir kopi khas gunung prau dan menggoreng tempe kemul, agar bisa menikmati senja dengan penuh warna. []

 

Bibliografi:

  • Nyong, Deke. 2012. “Sejarah Tempe Kemul dalam Peradaban Masyarakat Wonosobo” 11 Agustus 2012. Dilihat 14 Januari 2020. < https://www.facebook.com/DekeNyonkKataKataKotaKita/photos/a.274707739302492/274707742635825/?type=1&theater>
  • n.n.t.t. “Tempe Kemul” Dilihat 14 Januari 2020. <https://id.wikipedia.org/wiki/Tempe_kemul>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *