Cara Membuat Nabidz Rendaman Kurma

Posted on

Berpuasa di bulan ramadhan, adalah kewajiban untuk Umat Islam. Namun jika tidak menjaga kesehatan, tentu akan drop juga. Nah, ada baiknya Anda konsumsi nabiz setiap hari.  Lalu apa sih nabiz dan bagaimana cara membuat nabidz?

Sebenarnya nabidz bukan minuman baru. Bahkan sudah sejak lama ada.

Hanya saja, dengan adanya viral jurus sehat rame-rame, sekarang mulai viral lagi. Memang manfaatnya bagus banget.

Lalu apa sih nabidz dan bagaimana cara membuatnya?

Mengenal Nabidz dan Cara Membuatnya

Nabidz adalah minuman yang ada sejak zaman nabi.

Namun salah kaprah dalam memahami ini, sebagian muslim menyangka minuman ini sunnah ta’abud. Padahal bukan. Menurut Ustaz Dokter Raehanul Bahrean, minum nabidz bukanlah sunnah, melainkan mubbah saja.

Dan cara membuatnya membuatnya juga mudah sekali. Anda hanya perlu merendam kurma atau lainnya, dan diamkan minimal 6 jam. Maksimal 13 jam an, asal belum menjadi khamer. Karena, nabidz adalah air yang sebelum menjadi khamer.

Jadi, satu sisi sebenarnya beda dengan infused water. Masih menurut dokter Raehanul Bahraen,”Sebagian orang menyamakan antara infused water dengan nabeez, perlu diketahui prinsip nabeez adalah ‘intibadz’ yaitu ada proses yang mengarah perubahan senyawa yang apabila dibiarkan telalu lama, maka akan menjadi khamer. Nabeez ini adalah proses sebelum menjadi khamer.”

Cara Membuat Nabidz Kurma

Bahan:

  • 5 butir kurma atau kismis
  • 500 cc air dingin atau suhu ruangan

Cara Membuat:

  • Belah kurma dan keluarkan bijinya
  • Masukkan ke dalam gelas atau botol kaca
  • Diamkan minimal 5 jam, konsumsi jika sudah 5 jam perendaman

Nabidz tidak Harus Kurma

Akan tetapi, pengertian nabidz sebenarnya bukan hanya kurma. Melainkan umum, selama sifatnya sama. Hal ini sebagaimana hadis berikut.

Dari Ibnu Abbas radhialahu ‘anhu, ia berkata,”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah dibuatkan rendaman kismis dalam satu bejana, kemudian beliau minum rendaman tersebut pada hari itu, juga esok harinya dan keesokannya harinya. Pada sore hari ketiga beliau memberi minuman tersebut kepada yang lain, jika masih ada yang tersisa , beliaupun menuangnya.”. (HR. Muslim)

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah menjelaskan rendaman ini campuran madu, kurma & kismis, beliau berkata:“Kemungkinan maksudnya adalah air yang segar seperti mata air dan sumur yang manis, air ini memang segar. Bisa juga maksudnya adalah rendaman air campuran madu, kurma dan kismis -pendapat ini lebih kuat-.” [Tuhfatul Ahwazi bisyarhi Jami’ At-Tirmidzi 6/16]

Menurut Ibnul Qoyyim, minuman ini bisa lebih bermanfaat untuk tubuh. Lebih sehat dan lebih menyegarkan. Sehingga jika dikonsumsi oleh orang yang berpuasa, baik untuk berbuka atau sahur, sangat baik. Sebab kebutuhan gizi pun akan tercukupi. []

Bibliografi:

n.n.t.t. “Petunjuk Nabi Tentang Minum” Dilihat 19 Februari 2020 “https://almanhaj.or.id/3045-petunjuk-nabi-tentang-minum.html”

Bahraen M.Sc, Sp.PK. dr.Raehanul. 2019. “Apakah minum rendaman kurma sunnah ta’abudd?” 16 Oktober 2019. Dilihat 19 Februari 2020. “https://muslim.or.id/52081-apakah-minum-nabeez-sunnah-taabbud.html”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *