Bacaan Doa Niat Puasa dan Doa Buka Puasa Ramadan 2020

Posted on

Sekali dalam setahun, ummat islam digembleng tentang mental, jasmani, disiplin dan banyak hal. Namun kenyataan justru sebaliknya…. Ummat islam banyak yang gagal menyandang predikat takwa di bulan ramadhan. Kenapa bisa?

Puasa ramadhan 2020, seharusnya beda dengan tahun lainnya. Ramadhan tahun ini jatuh pada 23 April 2020, menurut hisab. Sedangkan jika kita merujuk pada metode rukyatu hilal, tentu saja belum bisa dipastikan.

Sebelum puasa ramadhan, memang seharusnya kita menyiapkan diri. Persiapan itu bukanlah soal materi. Melainkan soal kesiapan mental dan fisik.

Perintah puasa ramadhan tertera dalam surat Al-baqarah ayat 183.

Artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al-baqarah: 183)

Lalu apa tujuan puasa?

Secara asal, puasa ramadhan tujuannya adalah untuk menjalankan kewajiban yang diperintahkan Allah Azza Wajalla, seperti yang tertulis di kitab suci Alquran.

Makanya, secara asal hukum menjalankan puasa ramadhan adalah wajib. Jadi, jika ditinggalkan tentu saja berdosa. Jika meninggalkan tanpa sebab yang dibolehkan oleh syariat.

Sedangkan tata cara puasa ramadhan tentu saja sudah kita tahu bukan?

Lalu jika puasa dimulai dari sahur, diakhiri dengan buka puasa, adakah doa khusus untuk memulai?

Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan

Sebelum masuk doa niat puasa dan buka, kita cek dulu apa sih syarat dan rukunnya, setuju?

Syarat Wajib Puasa

Syarat dan rukunnya ada 4. Apa saja? simak syarat wajib puasa di bawah ini:

  1. Islam
  2. Berakal
  3. Sudah baligh
  4. Mengetahui akan wajibnya puasa

Syarat Wajib Puasa ada dua:

  1. Niat berpuasa
  2. Suci dari hadas besar dan kecil serta lainnya

 

Sudah paham bukan? jika sudah sekarang kita lanjut ke ulasan berikutnya. Baik, kita ulas mulai dari niatnya saja dulu.

Doa Niat Puasa Ramadhan

Di masyarakat, terkenal bahwa niat puasa ramadhan harus dilafadzkan. Begini lafadznya:

“Nawaitu shauma ghodin an’ adaai fardhi syahri romadhoona haadzihis sanati lillahi ta’ala.”

Artinya: ” Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

Hanya saja, para ulama berpendapat bahwa niat tidak harus dilafadzkan, karena niat tempatnya di dalam hati. Memang hal ini ada perselisihan di kalangan ulama. Sedangkan saya sendiri cenderung pada pendapat yang mengatakan niat di dalam hati, tidak diucapkan.

Dalam sabdanya, rasulullah menerangkan:

“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung dari niatnya.” (HR. Bukhari Muslim)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,

“Niat itu letaknya di hati berdasarkan kesepakatan ulama. Jika seseorang berniat di hatinya tanpa ia lafazhkan dengan lisannya, maka niatnya sudah dianggap sah berdasarkan kesepakatan para ulama.

Kapan Niat Puasa Ramadhan Dilakukan?

Ada sebuah hadis yang menerangkannya, mari kita simak!

“Barangsiapa siapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka puasanya tidak sah.” (HR. Trimidzi, Abu Daud, Nasa’i)

Menurut Ulama Malikiyah, Syafi’iyah dan lainnya, hadis di atas hanya untuk puasa ramadhan. Sedangkan puasa sunnah boleh dilakukan bahkan ketika sudah pagi hari. Sebagaimana yang rasulullah lakukan.

Kemudian adakah doa makan sahur? Saya belum pernah mendengarnya, tetapi yang saya tahu cukup dengan membaca “Basmalah” saja.

Doa Buka Puasa Ramadhan Sesuai Hadis Nabi

Ada banyak hadis yang menerangkannya. Namun jenis redaksinya berbeda-beda. Dan yang paling terkenal di masyarakat sebagai berikut.

Jenis doa pertama:

‘Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu (Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud, Kitab ash-Shaum, Bab al-Qaul ‘inda al-Ifthar, hadits no. 2358.)

Jenis doa kedua:

“Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthortu” (Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rizki-Mu aku berbuka).”

Dua doa dia atas, makanya benar. Akan tetapi para ulama mendoifkan kedua hadis di atas. Salah satunya adalah Syaikh Al-albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud, Kitab ash-Shaum, Bab al-Qaul ‘inda al-Ifthar, hadits no. 2358

Doa Buka Puasa Sesuai Sunnah Nabi

Ada beberapa hadis yang sahih. Walaupun beberapa ulama menyarankan agar tidak memperdebatkan, karena doa buka puasa hanyalah sebuah doa yang dipakai untuk bersyukur. Namun dengan mengetahui kedudukannya, setidaknya Anda bisa tahu mana yang asli dari nabi dan bukan.

Doa pertama yang diajarkan nabi adalah sebagai berikut:

Doa kedua yang diajarkan nabi adalah sebagai berikut:

Sekarang sudah tahu?

Meski kesannya ringan, tapi sebagai muslim kita tidak boleh menganggap enteng. Karena nasihat ulama, agar beragama sesuai dengan dalil alquran dan hadis yang sahih, bukan atas dasar yang lain.

Perlu Anda tahu, semua amalan agama yang tidak ada dasar dari Alquran dan hadis yang sahih, pasti akan tertolak. Padahal kematian pasti datang. Dan amalan kita selama di dunia akan ditimbang dari perilaku kita selama ini. Jadi mau rugi atau untung, Anda yang menentukan. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *